Sabtu, 08 Mei 2010

PISTON I < internal combustion engine >


Apa itu Piston ???
            
Piston (Sekher) atau yang disebut Torak merupakan komponen utama ruang bakar dalam kendaraan bermotor, yang berfungsi merubah energi kimia menjadi energi mekanik. Piston merupakan perangkat dari Internal combustion engine yang berhadapan langsung dgn proses pembakaran dengan temperatur kerja yang dapat mencapai suhu 350°C, menderita gaya dan tekanan yang tinggi sebagai akibat tekanan ledakan hasil pembakaran. Piston ini harus bergerak bolak-balik dengan kecepatan yang berubah-ubah sesuai dengan tekanan pedal gas bekerja pada putaran tinggi s/d 10.000 rpm. Piston yang memiliki kualitas prima yang mampu bekerja dengan baik dalam jangka waktu yang cukup lama. Kerugian tenaga yang hilang dapat ditekan, konsumsi bahan bakar dan pelumas tetap irit, serta kerugian kerusakan komponen lainnya dapat dihindari apabila sampai terjadi kerusakan mesin. 


Fungsi piston yaitu ???
 
1. Sebagai pengubah proses energi kimia menjadi tenaga mekanik yang menjalankan mesin
2. Untuk meningkatkan dan meneruskan tekanan
3. Mendistribusikan panas secara seimbang
4. Mengendalikan beban panas dan beban tenaga, Punya sifat tahan gores / Scuffing, Punya sifat tahan aus / Wear.
5. Sebagai tempat dudukan posisi ring piston yang baik
6. Mencegah over Heat akibat tekanan kerja ruang bakar yang tinggi



Unsur terbesar pada pembuatan piston adalah Aluminium ini dikarenakan ???

  1. Massa yang ringan dan tahan tekanan
  2. Konduktivitas thermal yang baik
  3. Sifatnya  yang lebih lunak menghindari hal fatal jika terjadi kerusakan.
  4. Harga yang terjangkau


Sifat yang tidak boleh dimiliki oleh piston yaitu ???

1.   Ekspansi thermal yang terlalu besar, dan
2.   Kekuatan tidak boleh berkurang pada temperatur tinggi.



Lifetime Piston sendiri bergantung pada ???

1.      Kualitas piston yang kurang baik (hal ini sering ditemukan pada piston imitasi, yaitu tdk tahan panas tinggi sehingga piston memuai terlalu besar)
2.      Kualitas pengerjaan pengkorteran silinder
3.      Cara berkendaraan yang kurang sesuai
4.      Cara perawatan mesin yang alakadar dan seadanya.


Cara pemeriksaan visual terhadap piston yang berkualitas baik adalah sebagai berikut :

1.      Pada bagian dalam piston, terdapat MARKING perusahaan
2.      Kekasaran dinding piston, ukuran dan bentuknya SERAGAM
3.      Pada Jendela Pin piston, terdapat MARKING type masing masing piston misalnya GN5, 440 dll
4.      Lubang oli dialur ring pelumasan, POSISI TEPAT ditengah alur ring
5.      Permukaan kepala piston diproses dengan KEKASARAN tertentu
6.      Sisi tajam (bari) pada kaki dan alur ring piston,  harus halus atau DICHAMPER

Catatan :
KEKASARAN / ROUGHNESS dibuat SERAGAM Berfungsi agar mampu mendistribusikan pelumasan dan gesekan ke semua bagian.
PERMUKAAN KEPALA piston diproses dengan KEKASARAN tertentu Berfungsi agar mampu mengoptimalkan turbulensi pembakaran.
LUBANG OIL didinding piston dibuat MIRING dengan derajat kemiringan tertentu Berfungsi agar pembilasan sisa pembakaran dalam liner lebih optimal.

SISI TAJAM pada kaki dan alur ring piston dihaluskan / dichamfer, Berfungsi mencegah mekanik tergores saat handling piston dan mencegah jatuhnya bari didalam ruang transmisi, yang mengakibatkan piston menjadi macet.
Bentuk TAPER dan OVAL sempurna, Berfungsi untuk mengendalikan pemuaian piston agar tidak macet.

Desain kepala piston beragam bentuk, ini dikarenakan beberepa hal diantaranya ???
1. Merupakan wujud design
2. Untuk mengoptimalkan pembakaran
3. Untuk mendapatkan tenaga yang lebih baik

                                                                                                                                 

----------------------------------------------------------------------------------Ternate 09052010


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tanggapan anda